farmhouse lembang bandung

Liburan Keluarga ke Farmhouse Lembang

Farmhouse Lembang ini identik banget sama rumah hobbit yang merajalela di Social Media. Lumayan lah ya daripada jauh-jauh ke New Zealand, Bandung juga gak kalah punya rumah Hobbit.

Meski udah pernah melihat Hobbiton versi asli, (lihat postingan tentang liburan kita ke Hobbiton disini) tetap excited pengen melihat Hobbiton versi Bandung. Farmhouse ini berlokasi di Jalan Raya Lembang no. 108. Tempatnya sendiri ada di sebelah kanan jalan dan agak menjorok ke dalam. Tapi disekitar Farmhouse, sudah banyak tanda-tanda petunjuk, terutama petunjuk parkir. Karena kita melihat mobil mengantri masuk ke lokasi, kita memilih parkir ‘rakyat’ yang ada di seberang Farmhouse, meski tarifnya tentu gak bersahabat tapi lumayan gak pake ngantri.

Saat berjalan, ada petugas menggunakan seragam yang mengedarkan tiket masuk. Mungkin untuk menghindari antrian di loket pembelian ya! Tiket masuk Farmhouse dibandrol seharga Rp. 20rb per orang, termasuk anak-anak, dan bisa ditukar dengan susu segar. Kita memutuskan untuk menukar minuman belakangan dan memilih langsung masuk. Area pertama yang kita kunjungi adalah area ‘Gembok Cinta’. Gembok berhias ini dijual sepasang di toko suvenir yang ada di lokasi. Katanya bila kita menuliskan nama bersama pasangan, cinta kita akan dikunci selamanya. Saya? gak beli lah! udah punya 3 bocah yang jadi gembok cinta kita hahahahaa…. Yang pasti banyak muda mudi yang berharap cintanya langgeng kalau melihat deretan gembok sepanjang pagar besi itu.

farmhouse lembang bandung

Sesudah itu kita masuk ke area dalam yang dikelilingi bangunan bergaya arsitek ala barat. Seandainya tempat ini tidak sesak pengunjung, mungkin berasa seperti di luar negri. Bangunannya bersih, di kiri kanan ada cafe kecil dengan nuansa barat juga. Pas siang itu hujan turun rintik-rintik, berasa suasana yang berbeda banget dibanding dengan Jakarta.

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

Berhubung sudah menjelang makan siang, kita mencoba masuk ke restoran besar yang ada disana. Sepertinya hanya satu-satunya restoran besar selain tenan-tenan makanan kecil. Dan ternyata waiting listnya lumayan panjang, harganya juga cukup mahal mengingat kita datang rame-rame.Akhirnya kita mengganjal perut membeli roti di kios pojokan dengan harga murah meriah banget.

Di bagian atas, terdapat taman untuk duduk-duduk serta area untuk melihat hewan. Disini kita cukup membeli wortel seharga 5000 untuk memberi makan kelinci. Hanya beberapa kelinci yang tertarik makan, sisanya kekenyangan. Akhirnya kita bawa wortel itu untuk kambing, meski anak-anak separo takut-takut.

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

 

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

Oh ya, kita juga bisa menyewa kostum ala-ala noni belanda untuk foto-foto di area farmhouse. Kita sih sama sekali gak minat. Kebayang ribetnya jalan-jalan pakai rok menjuntai dan berenda heheheh

Sebelum pulang, kita menukar tiket dengan susu segar. Susu nya sendiri ada beberapa pilihan rasa seperti vanila, strawberry dan coklat. Di sini juga kita bisa membeli oleh-oleh seperti dodol susu, permen susu dan aneka olahan makanan ringan dari susu.

farmhouse lembang bandung

Overall  sih tempat ini lumayan asik buat foto-foto dan liburan bersama keluarga. Atraksi utama melihat hewan tentunya menyenangkan buat bocah-bocah. Untuk rumah hobitnya sendiri kurang asik karena ramai dan berebut fotonya. Kangen sama real Hobbiton (*huaaa jadi pengen lagi kesana…kapan yaaa?*). Tapi mempertimbangkan harga masuknya yang murmer dan lokasinya instagenik, must visit lah ya kesini kalau main ke Bandung. Meski gak sampe bikin ketagihan pengen balik lagi.

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

farmhouse lembang bandung

Leave a Reply