tea party

Geng Tokai, Kenangan Indah yang tidak Tergantikan

Masa kecil mungkin jadi bagian dari hidup saya yang paling saya inget banget dan berkesan dibanding periode lain di hidup saya.

Jaman saya SD, saya punya geng tangkal (tangkal=sebutan orang sunda untuk pohon’) namanya geng tokai. Lupa asal usul nama tokainya dari mana, kalau dipikir-pikir jelek banget yah hahahaha. Yang pasti orang sunda gak tau kalau tokai itu di Jakarta merupakan sebutan untuk poop.

Tapi jangan berpikir geng saya kayak geng anak jaman sekarang yang bawa golok sama perang ama geng tetangga. Geng kami ini beranggotakan 6 orang: Yanto (kakak saya), Yeni, Filia, Hendrik (adik Yeni), Rendy (adik Filia) dan saya. Filia ini sahabat karib saya dan masih sering main bareng sampai sekarang.

Nama geng pohon ini berasal dari kegiatan kita latihan manjat pohon jambu di rumah saya. Sama papa saya sengaja dibuatkan rumah pohon diatas pohon jambu untuk kita main dan ‘konser’ disana. Gak seindah rumah pohon kayak dibawah ini sih, rumah nya cuman dibuat semacam dek diatas pohon terus ditutupin kain terpal supaya gak lapuk kehujanan. Gambar dibawah diambil dari sini

Wonderful-Tree-House-Design-For-Your-Kids-With-Smart-Plans-Unique-Tree-House-Designs-Ideas

Beberapa permainan kita:

1. Berburu keuyeup setiap hujan besar

Keuyeup ini sebutan orang sunda buat kepiting kecil yang ada diselokan. Selokan di daerah rumah saya itu airnya jernih loh, tapi ya kadang-kadang ada tokai lewat hahaha uuupppsss! Kita pancing keuyeup ini dari lubang menggunakan rumput. Si ember penuh keuyeup ini jadi tamu kehormatan karena kalau hujan, yang kita payungi malah embernya, kita nya sih basah kuyup kena air hujan.

keuyeup

Selokan di dekat rumah saya mirip seperti ini. Gambar diambil dari sini dan sini

2. Mencuri tanah kuburan

Ya..ya… ini tindakan tidak terpuji yah! Kita juga suka iseng menanam pohon dari biji-bijian. Di dekat rumah, ada toko yang khusus menjual bibit tanaman dalam plastik kecil. Kita membeli bibit kacang, kacang hijau, cabe dll. Naaah, tapi kan buat menanam pohon ini harus pakai tanah merah yang katanya lebih subur. Dan tanah merah ini ada di kuburan hihi. Biasa kita bawa ember sore hari menjelang malam dan mengendap ke kuburan. Sekali waktu kita ketahuan diteriakin bapak-bapak, lalu kabur deh kocar kacir. Padahal mungkin bapaknya teriakin kita karena dikira hantu yah! hahaha

tanah merah

Biasanya sampai rumah yang mencak-mencak itu nyokap karena tanah merah ini biasanya basah dengan lengket di sendal sehingga kotor kemana-mana. Gambar diambil dari sini

3. Uji Nyali

Ada 2 tipe uji nyali kita, ujian naek pohon sama ujian kegelapan. Ujian pertama ini ada beberapa tes: uji manjat ranting pohon jambu yang lumayan tinggi (biasanya ini tempat buah jambu yang besar-besar), manjat tali ke atas pohon (pake tali tambang yang dikasih simpul-simpul buat pijakan kaki terus diikat ke atas) Kita naik dari bawah ke atas. Mirip-mirip gambar kayak dibawah ini, cuman pohonnya gak serindang ini. Gambar diambil dari sini

treeclimbersonropes

Ujian kedua atau ujian kegelapan ini buat menguji keberanian. Biasa kita cari tempat gelap terus harus berani sendiri-sendiri ke tempat itu sambil diawasi oleh teman yang lain.

Karena takut saya biasa sambil lari ke tempat gelapnya. Masih berasa adrenalin antara takut dan excitednya, seruuu!

4. Tea Party

Di hari tertentu, kita mengadakan tea party di atas rumah pohon. Masing-masing mengumpulkan uang jajan hari itu lalu kita shopping. Kita biasa shopping ke supermarket kecil merangkap toko kue di kampung saya, namanya toko Paris. Yang kita beli macam-macam, seperti chicky balls, coklat superman, coky coky, nyam nyam, fanta, sprite, dll. Lalu masing-masing pegang piring kecil dan gelas masing-masing. Makanan itu semua kita bagi rata berenam.

Tradisi ini saya turunin sama anak saya dan Filia yang sekarang suka main bareng. Kebetulan di dekat rumah ada taman kecil yang memang ada rumah kayu nya, mereka saya ajak minum teh menggunakan cangkir kecil dan makan pringles ^^

tea party

5. Camping dibawah meja

Biasanya saat mati lampu kita ber-camping dibawah meja. Menggunakan lilin kecil, kita pasang seprai dikaitkan ke meja makan yang memang bagian bawahnya ada space cukup besar. Sambil bersantai di bermain senter dan membuat bentuk-bentuk aneh binatang.

6. Rapat Rahasia di Rumah Kosong

Di dekat rumah saya ada sebuah rumah kosong yang entah bagaimana pintunya itu tidak dikunci, termasuk pintu pagarnya juga. Jadi kita sering menyelinap masuk lalu menggelar rapat disana. Bahasan rapatnya seputar kegiatan geng Tokai tentunya hahaha… kita juga membuat peta atau dokumen tertentu yang kita simpan dan selipkan di dekat lemari. Saat kami rapat lagi, kita cek apakah dokumennya masih ada. Mungkin karena kita terpengaruh buku Lima Sekawannya Enid Blyton yang bercerita tentang Lima Saudara yang bertualang dengan anjing bernama Timmy. Dan memang anjing saya di rumah dulu juga kita beri nama Timmy, hanya saja jenisnya bukan tinggi seperti Timmy melainkan anjing peking kecil hihihi.

Kalau mengingat kenangan Permainan Masa Kecil saya, memang banyak yang sekarang mungkin sudah tidak lagi dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan anak saya juga. Karena faktor lokasi di Jakarta yang memang terkadang tidak mudah mencari tempat bermain di luar rumah yang aman juga karena anak-anak sekarang memang tidak dikenalkan dengan permainan-permainan sederhana yang sebenarnya menurut saya sangat menyenangkan. Dengan menulis postingan ini mengingatkan saya untuk meneruskan tradisi masa kecil saya yang luar biasa menyenangkan.

“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa

5 Responses to "Geng Tokai, Kenangan Indah yang tidak Tergantikan"

  1. Lidya
    Lidya 462 days ago .Reply

    buat kebanaykan anak jaman dulu takut sama kuburuan ya ,ini malah ambil tanahnya hehehe. Terima kasih ya sudah berpartisipasi

    • admin
      admin 462 days ago .Reply

      Hahaha…iya mbak. Topiknya asyik, seneng bisa ikutan tulis-tulis sambil bernostalgia jaman dulu. Juga mengingatkan saya buat mewariskan permainan jaman dulu ke anak-anak :)

  2. Pungky
    Pungky 461 days ago .Reply

    Camping di bawah meja dulu juga aku sering.. dan entahlah rasanya mewah banget hihihi

    • henny indrianty
      henny indrianty 460 days ago .Reply

      Hahaha betul banget… apalagi campingnya sambil makan tahu hangat di saat hujan besar, nikmatnya ngelebihin candle light dinner di hotel mewah hhahaah

Leave a Reply